Art, Stupidity, and Awesomeness
WELCOME TO SKETCHES STATION
Art, Stupidity, and Awesomeness
Kamis, 08 Desember 2011
Senin, 21 November 2011
Senin, 03 Oktober 2011
Gradient Coloring
Gradient Coloring
Tool gradient pada Photoshop cukup berguna untuk memberikan efek pewarnaan yang bagus pada suatu gambar. Tetapi biasanya, saya menggunakannya hanya untuk memberi "finishing touch", agar gambar lebih terlihat menarik atau lebih membaur dengan background..
1. Pada gambar pertama, saya mewarnai sketsa langsung dengan gradient tool, tetapi yang diwarnai adalah garis pada sketsa tersebut. Caranya dengan membuat layer baru >> gunakan gradient tool di mana saja >> ganti layer modenya ke "Overlay". Tidak harus menggunakan gradient tool, efek ini bisa dicapai menggunakan brush tool untuk memberi warna spesifik pada sketsa / gambar
2. Yang saya gunakan adalah efek gradient pada gambar yang sudah jadi / selesai di-inking dan di-warnai. Gambar awal sudah saya berikan shading dan highlight. Sehingga efek gradient digunakan untuk finishing touch. Caranya dengan membuat layer baru >> gunakan gradient tool >> potong gradient sesuai gambar dengan mengklik thumbnail layer pada window layer sehingga gambar terseleksi >> kembali klik layer gradient >> tekan Ctrl+Shift+I untuk menyeleksi semua selain bentuk gambar >> Delete agar layer gradient bentuknya persis layer gambar >> ganti layer mode pada layer gradient ke "Soft Light".
3. Pada gambar ini, teknik yang dipakai persis seperti gambar no. 2, tetapi bedanya adalah layer mode pada layer gradient adalah "Lighten". Cukup efektif agar gambar bisa sangat menyatu dengan background jika diberikan.
Menggunakan teknik di atas hanyalah beberapa caara mudah untuk mendapatkan efek gradient. Tetapi cobalah ber-eksperimen dengan layer mode, warna gradient, dan opacity untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, karena masih ada puluhan-ratusan kombinasi yang bisa dipakai.
Tool gradient pada Photoshop cukup berguna untuk memberikan efek pewarnaan yang bagus pada suatu gambar. Tetapi biasanya, saya menggunakannya hanya untuk memberi "finishing touch", agar gambar lebih terlihat menarik atau lebih membaur dengan background..
1. Pada gambar pertama, saya mewarnai sketsa langsung dengan gradient tool, tetapi yang diwarnai adalah garis pada sketsa tersebut. Caranya dengan membuat layer baru >> gunakan gradient tool di mana saja >> ganti layer modenya ke "Overlay". Tidak harus menggunakan gradient tool, efek ini bisa dicapai menggunakan brush tool untuk memberi warna spesifik pada sketsa / gambar
2. Yang saya gunakan adalah efek gradient pada gambar yang sudah jadi / selesai di-inking dan di-warnai. Gambar awal sudah saya berikan shading dan highlight. Sehingga efek gradient digunakan untuk finishing touch. Caranya dengan membuat layer baru >> gunakan gradient tool >> potong gradient sesuai gambar dengan mengklik thumbnail layer pada window layer sehingga gambar terseleksi >> kembali klik layer gradient >> tekan Ctrl+Shift+I untuk menyeleksi semua selain bentuk gambar >> Delete agar layer gradient bentuknya persis layer gambar >> ganti layer mode pada layer gradient ke "Soft Light".
3. Pada gambar ini, teknik yang dipakai persis seperti gambar no. 2, tetapi bedanya adalah layer mode pada layer gradient adalah "Lighten". Cukup efektif agar gambar bisa sangat menyatu dengan background jika diberikan.
Menggunakan teknik di atas hanyalah beberapa caara mudah untuk mendapatkan efek gradient. Tetapi cobalah ber-eksperimen dengan layer mode, warna gradient, dan opacity untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, karena masih ada puluhan-ratusan kombinasi yang bisa dipakai.
Senin, 26 September 2011
Lineart Process
Note : ini bagaimana cara saya membuat lineart..proses tidak perlu persis seperti ini
Proses :
- Base : Ini di mana saya akan memulai bentuk gambar yang akan saya gambar. Gunanya adalah agar proporsi tidak terlihat kacau. Walaupun tidak harus persis seperti anatomi tubuh manusia sepenuhnya, cukup membantu peletakan fitur wajah dan agar pose tidak terlihat aneh.
-Sketch kasar : Proses ini di mana saya memulai memeberi detail seperti fitur wajah, rambut, baju dan sedikit perubahan pada kesalahan-kesalahan, seperti tangan, dan proporsi. Karena ini hanya masih bentuk kasaran, disarankan menumpuk layernya dengan yang sketch yang lebih mendetail lagi.
-Inking : Proses ini adalah tahap terakhir dari membuat "lineart", di mana garis akan ditebalkan dan diperhalus sesuai dengan keinginan. Disarankan, setelah benar-benar yakin dengan desain yang di proses sebelumnya, baru memulai inking. Setelah inking, gambar siap diwarnai. (Proses ini juga bisa dilakukan pada media tradisional dengan menggunakan tinta atau drawing pen. Teknik ini biasa digunakan pada perindustrian zaman dahulu dalam pembuatan komik oleh para inker.)
Proses :
- Base : Ini di mana saya akan memulai bentuk gambar yang akan saya gambar. Gunanya adalah agar proporsi tidak terlihat kacau. Walaupun tidak harus persis seperti anatomi tubuh manusia sepenuhnya, cukup membantu peletakan fitur wajah dan agar pose tidak terlihat aneh.
-Sketch kasar : Proses ini di mana saya memulai memeberi detail seperti fitur wajah, rambut, baju dan sedikit perubahan pada kesalahan-kesalahan, seperti tangan, dan proporsi. Karena ini hanya masih bentuk kasaran, disarankan menumpuk layernya dengan yang sketch yang lebih mendetail lagi.
-Inking : Proses ini adalah tahap terakhir dari membuat "lineart", di mana garis akan ditebalkan dan diperhalus sesuai dengan keinginan. Disarankan, setelah benar-benar yakin dengan desain yang di proses sebelumnya, baru memulai inking. Setelah inking, gambar siap diwarnai. (Proses ini juga bisa dilakukan pada media tradisional dengan menggunakan tinta atau drawing pen. Teknik ini biasa digunakan pada perindustrian zaman dahulu dalam pembuatan komik oleh para inker.)
Langganan:
Komentar (Atom)





